Dianggap Berbahaya, Koper Pintar dengan Baterai Lithium Dilarang Masuk Ruang Kargo

tas pintar dengan alat pelacak (www.latimes.com)

Koper pintar menjadi solusi yang ditawarkan untuk pengamanan koper yang akan dimasukkan ke dalam jalur kargo pesawat. Basis teknologi kargo pintar adalah sistem pelacakan (tracking) dan tentunya baterai lithium sebagai sumber energinya. Dan kini ada kabar terbaru bahwa penggunaan koper pintar tak boleh lagi dimasukkan ke dalam ruang kargo pesawat. Resminya koper pintar tidak diperbolehkan masuk dalam kargo pesawat American Airlines dan Delta Airlines. Koper pintar hanya diperbolehkan masuk dalam kargo jika baterai Lithium dilepaskan atau dikeluarkan dari koper.

Baca juga: Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan

Kedua maskapai tersebut menyatakan hal pembatasan ini pada Jumat, 1 Desember 2017 kemarin. KabarPenumpang.com melansir dari laman latimes.com (1/12/2017), bahwa kebijakan baru dari dua maskapai terbesar dunia ini akan mulai berlaku pada 15 Januari 2018 mendatang.

Adanya pernyataan untuk melepaskan baterai dari alat pelacak dan kunci jarak jauh pada koper pintar karena kedua maskapai khawatir jika baterai Lithium dapat menyalakan api dan menimbulkan bahaya pada pesawat. Seorang perwakilan dari United Airlines mengatakan, maskapai tersebut juga akan segera mengumumkan pembatasan yang sama terkait baterai Lithium dalam alat pelacak dan kunci jarak jauh pada tas pintar.

American Airlines masih mengizinkan jika tas dibawa dalam kabin, tetapi Delta Ailines mengatakan koper atau barag lain yang menggunakan alat pelacak diperbolehkan masuk baik di kabin maupun kargo jika baterai dilepaskan. Bluesmart, perusahaan yang memproduksi tas pintar tersebut mengatakan telah benar-benar menguji produknya untuk keamanan dan berjanji bertemu dengan eksekutif perusahaan penerbangan untuk meminta pembebasan terhadap pembatasan tersebut.

“Kami sedih dengan perubahan terbaru pada beberapa peraturan penerbangan dan merasa ini merupakan langkah mundur tidak hanya untuk teknologi perjalanan namun juga menghadirkan hambatan untuk merampingkan dan memperbaiki cara kita melakukan perjalanan,” kata Bluesmart dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Koper pintar telah menjadi semakin populer di kalangan pecinta teknologi karena tas dilengkapi dengan perangkat built-in yang dapat menimbang tas, melacaknya menggunakan GPS dan menguncinya dari jarak jauh dengan menggunakan aplikasi ponsel cerdas. Beberapa tas bahkan termasuk motor sehingga pelancong bisa mengendarai koper seperti skuter.

Baca juga: Tas Anda Hilang di Perjalanan? Tenang, Gadget ini Akan Tunjukkan Lokasinya!

Perangkat baterai Lithium, termasuk laptop dan hoverboards, telah menghadirkan masalah untuk maskapai penerbangan. Ini karena baterai yang lebih besar dan beberapa baterai yang tersimpan bersama-sama dapat menimbulkan risiko kebakaran, yang bisa menjadi bencana dalam sebuah pesawat kargo. Akibatnya, maskapai penerbangan telah mengembangkan daftar perangkat dan ukuran baterai tertentu yang mereka izinkan dalam koper saat diperiksa.