Desain Diskotik dan Gym di Kabin Pesawat, Pernah Mengemuka di Dekade 70-an

Tempat gym dalam pesawat (thewest.com.au)

Perhakah Anda membayangkan di dalam sebuah pesawat bisa menikmati layanan diskotik dan gym? Pemikiran ini mungkin terlihat sangat futuristik dan aneh, tetapi toh desainer interior pesawat tentu punya obsesi sendiri, mereka menemukan cara inovatif untuk memanfaatkan ruang pada pesawat berbadan lebar, dan hebatnya konsep ini ternyata sudah dituangkan pada awal dekade 70-an.

Baca juga: Jumbo Hostel Boeing 747, Penginapan Premium di Lingkungan Bandara Arlanda

Bukti adanya gym dan sebuah diskotik dalam gambar vintage dari beberapa pesawat jumbo paling menarik masih ada, termasuk lounge bergaya Austin Powers. KabarPenumpang.com merangkum dari laman thewest.com.au, foto-foto ini dikumpulkan oleh AirlineRatings.com. “Instalasi ruangan diskotik dan gym dipercaya telah dilakukan di pesawat sekelas jumbo jet. Namun sayangnya ini tidak bertahan lama,” ujar Geoffrey Thomas, editor AirlineRatings.com.

diskotik di jumbo jet (thewest.com.au)

Disko terbang
Pabrik pesawat asal Amerika Serikat, McDonnell Douglas yang saat ini menjadi bagian dari Boeing adalah pemilik gagasan di balik desain sebuah ruang diskotik pada tahun 1970. Usulan ini hadir setelah jumbo jet Boeing 747-100 meluncur di langit untuk pertama kalinya tahun 1969 lalu.

Rencana ini sebenarnya untuk mengubah wajah perjalanan udara komerisal dengan memanfaatkan ruang pada pesawat DC 10 McDonnell Douglas. Sayangnya diskotik tersebut tidak pernah membuahkan hasil. Tak hanya itu gym bertingkat yang dibuat pada superjumbo MD-12 pada 1990-an yang ukurannya serupa dengan 747 juga tidak pernah lepas landas. “Diskotik jumbo itu tidak praktis seperti gym karena turbulensi. Hal terakhir yang Anda inginkan adalah drum kit atau dumbbell terbang melalui kabin,” kata Thomas.

tiger loung (thewest.com.au)

Austin Power Lounge
McDonnell Douglas  bukan satu-satunya produsen pesawat yang bermimpi merancang jumbo jet mewah. Boeing juga merancang beberapa konsep yang aneh, salah satunya adalah ruang bertema harimau untuk 747 nya.

Setidaknya konsep ini sampai ke tahap pemotretan. Meskipun Tiger Lounge ditangguhkan, Boeing tetap bertahan dengan saran mengadakan lounge mewahnya. Selama tahun 70an, Boeing juga mencoba untuk mengenalkan lounge di lantai bawah dan tempatnya tidak terlihat di film Mike Myers yang berjudul “Austin Powers: International Man of Mystery.”

Thomas mengatakan, untuk membuat hal seperti ini harus ada sertifikasi dan membutuhkan biaya yang mahal sehingga konsep ini ditarik. Dia menunjukkan bahwa sebuah lounge dibawah lantai pernah ada di Pacific Southwest Airlines untuk waktu yang singkat di tahun 1970an.

toko bebas bea (thewest.com.au)

Mendistorsi pandangan publik yang terbang
Sebuah toko dalam kabin yang bebas bea di usulkan pada Airbus A380 juga mengalami nasib yang sama di akhir tahun 1990an. Model ini dipromosikan dan meremehkan Chairman Cathay Pacific, Peter Sutch.

Baca juga: Ikuti Jejak Garuda Indonesia, Lion Air Pensiunkan Boeing 747-400

Kemudian Peter menulis surat kepada perusahaan tersebut, meminta mereka untuk menghentikan periklanan, toko-toko bebas bea, lounge dan bar, karena dia merasa ada ruang ekstra di pesawat yang harus digunakan untuk tempat duduk.