Chapman’s Peak, Jalur Tebing Nan Indah Meski Sarat Maut

Chapman's Peak Drive (www.modernghana.com)

Berada di ujung selatan Benua Afrika, Chapman’s Peak Drive merupakan salah satu pilihan jalan untuk kembali ke kota Capet Town. Jalur ini memiliki panjang sembilan kilometer, jalan dengan pemandangan menakjubkan ini berada di sepanjang pantai Atlantik Afrika Selatan.

Baca juga: Pulau Christmas, Garda Terdepan Australia di Utara, Surganya Jutaan Kepiting Merah

Jika Anda naik ke atas sebuah pohon, maka yang terlihat adalah garis yang berbaris ke selatan Semenanjung Cape. KabarPenumpang.com merangkum dari laman modernghana.com, formasi dari Chapman’s Peak berbentuk kerucut jalan pedesaan di antara padang pasir yang dikelilingi pagar kayu dan dipenuhi kuda.

Saat berada di sisi barat, jalanan yang dilalui memiliki tikungan yang lebih halus dan terlihat Teluk Noordhoek terbentang. Jalur Chappies ini sendiri dibangun antara tahun 1915 hingga tahun 1922 dengan menggunakan tenaga para narapidana.

Chapman’s Peak Drive (www.modernghana.com)

Jalan yang dinamani dengan mana kapten kapal Inggris John Chapman, karena pernah mengunjungi daerah tersebut, tetapi pahlawan sesungguhnya Chapman’s Peak Drive sendiri adalah Sir Nicolas Frederick de Wall seorang administrator pertama provinsi Cape yang gigih mengejar tentang jalan raya saat para insinyur mengatakan hal tersebut tidak bisa.

Sayangnya tebing-tebing indah ini terganggu oleh batuan keras sehingga, para insinyur memilih menempatkan jalanan di tengah gunung. Dimana lapisan granit keras akan memberikan pondasi yang kokoh dan lapisan batu pasir yang lebih lembut dan mudah digali.

Tetapi, tebing batu pasir ini sering menumpahkan ‘serangan’ batuan biasa ke jalan selama 80 tahun pertama dioperasikan. Kemudian atas kejadian jatuhnya bebatuan dari tebing membuat pemerintah daerah setempat mengambil langkah untuk memperbaiki jalanan demi keamanan dan juga memaksa penutupan jalur selama cuaca buruk.

Pada Desember 1999, seorang pengendara motor diketahui tewas akibat batu yang jatuh. Chappies, sebutan untuk jalur Chapman’s Peak ini memakan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikannya.

Tahun 2000 sampai 2003 dan tahun 2009 jalanan ditutup sementara hingga para insinyur menggunakan setiap teknologi baru yang bisa dibayangkan untuk membuat tebing tersebut aman. Karena banyaknya bebatuan yang jatuh, dibuat solusi untuk menghindari ancaman batuan yang terus menerus.

Tak jauh dari tebing tersebut, nampak Teluk Hout yang terlihat sangat berkilauan, sebab garis pantai tebing ini memberikan isyarat bagi para pengunjung untuk berhenti dan menikmati setiap sudutnya. Ini terlepas dari risiko yang dihadapi pada rute tersebut.

Baca juga: Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa

Di jalan tersebut di sebuah tikungan juga terdapat seperti terowongan yang menutupi 155 meter jalur untuk menahan bebatuan yang meluncur dari tebing. Para insinyur memperindah dengan memahat sisi batu tersebut.