Burung Merak, Ikon Pendukung Emosi Ini Dilarang Masuk dalam Penerbangan

Seekor burung merak yang menjadi hewan dukungan emosional akan dibawa masuk dalam penerbangan milik United Airlines. Namun, merak tersebut sayangnya tidak bisa ikut dalam penerbangan itu. KabarPenumpang.com merangkum dari laman traveller.com.au (1/2/2018), bahwa merak ini milik seorang fotografer dan artis pertunjukkan di New York City, Ventiko. Dia membeli tiket untuk meraknya yang bernama Dexter dalam penerbangan dari New Jersey Newark Liberty International Airport ke Los Angeles.

Baca juga: Bebek Ini Bantu Atasi Stress Pasca Trauma

Merak yang sudah dibeli tiketnya ini tak bisa masuk dalam penerbangan karena tidak memenuhi pedoman dan beberapa alasan lainnya seperti ukuran dan berat merak tersebut. Juru bicara United, Andrea Hiller mengatakan, pihaknya telah menjelaskan pada Ventiko sebanyak tiga kali sebelum sampai di bandara.

Maskapai ini mencatat bahwa penumpang diminta untuk memberikan dokumentasi yang benar dari pihak medis 48 jam sebelum menaiki pesawat. Diketahui, si pemilik merak  sudah mencoba beberapa kali bersama unggas tersebut salah satunya dari bandara JFK.

Merak pendukung emosional tak bisa terbang dengan United Airlines (www.traveller.com.au)

Di Newark, tiket perempuan tersebut dikembalikan dan maskapai mengembalikan ongkos taksi dan hotel.

“Saya benar-benar berpikir bahwa seluruh hewan dukungan emosional akan lepas kendali. Memang ada orang-orang diluar sana yang membutuhkannya, tetapi sekarang ini banyaj yang menggunakan penerbangan untuk mencoba apakah hewan mereka bisa masuk,” ujar seorang pembawa acara Bobby Laurie.

Dalam penanganan masalah hewan pendukung emosional yang dibuat oleh United, hal ini juga berlaku pada maskapai Delta Airlines pada tanggal 1 Maret mendatang. Tak jauh berbeda pihak Delta juga mewajibkan penumpang yang membawa hewan pendukung emosional diajukan secara online 48 jam sebelum berangkat baik itu bukti kesehatan hingga vaksinnya.

Menurut Delta, kurangnya peraturan menyebabkan risiko keselamatan serius yang melibatkan hewan tak terlatih dalam penerbangan. Pihak Delta juga mengatakan, mereka membawa sekitar 700 dukungan hewan setiap hari atau hampir 250 ribu per tahun dan naik 150 persen sejak tahun 2015 lalu.

“Pelanggan telah mencoba untuk terbang dengan kalkun yang nyaman, sugar glider, ular, laba-laba dan banyak lagi,” menurut Delta. Maskapai ini telah melihat peningkatan insiden hewan sebanyak 84 persen sejak 2016, termasuk buang air kecilatau buang air besar dan menggigit. Tahun lalu, Delta mengatakan bahwa karyawannya melaporkan lebih banyak menggonggong, tumbuh, menerjang dan menggigit dari hewan layanan dan dukungan, perilaku yang biasanya tidak terlihat pada hewan ini saat dilatih dan bekerja dengan baik.

Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Wakil Presiden Senior Delta Airlines mengatakan, kenaikan insiden serius yang melibatkan hewan dalam penerbangan membawa kita untuk percaya bahwa kurangnya peraturan dalam skrining kesehatan dan pelatihan untuk hewan-hewan ini adalah menciptakan kondisi yang tidak aman di seluruh perjalanan udara AS.

“Ini adalah langkah pertama kami untuk melindungi mereka yang terbang dengan Delta dengan proses penyaringan yang lebih baik,” ujarnya dalam pernyataan tertulis. Delta juga menyiapkan service animal support desk untuk memverifikasi dokumen yang diterima. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima layanan eksotis atau tidak biasa atau hewan pendukung.

Sebuah serikat pramugari besar mengatakan mendukung langkah yang dibuat oleh Delta. Masakapai United juga mengatakan, pihaknya tidak akan memerlukan formulir untuk hewan servis terlatih.