Berkat Rekaman CCTV, Polisi Sigap Identifikasi Pelaku Pelecehan Seksual di Stasiun

Seorang mahasiswi diduga telah dilecehkan oleh seorang pria tak dikenal di kereta Light Rail Transit (LRT) – RapidKL di stasiun Masjid Jamek pada Kamis (14/12/2017) kemarin. Atas kejadian ini, mahasiswi tersebut melaporkannya ke pihak kepolisian.

KabarPenumpang.com yang melansir dari laman thestar.com.my (17/12/2017), insiden ini terjadi sekitar pukul 07.50 waktu setempat ketika perempuan berusia 20 tahun tersebut berada di eskalator stasiun. Dia mengatakan kepada pihak kepolisian, tiba-tiba seorang pria diduga membuka ritsleting celananya dan mengusap alat kelaminnya ke bokong perempuan tersebut.

Baca juga: Johor Baru – Singapura via Rapid Transit System di Tahun 2022

Saat merasa disentuh dengan tidak senonoh, perempuan tersebut langsung melihat pelaku yang kemudian melarikan diri setelah ketahuan. Tetapi seorang teman perempuan tersebut berhasil memotret tersangka.

Dang Wangi OCPD Asst Comm Shaharuddin Abdullah mengatakan, bahwa pihak kepolisian juga telah memperoleh rekaman CCTV kejadian tersebut dan langsung memburu pelaku pelecehan seksual itu. “Korban, mahasiswa politeknik mengajukan laporan pada malam yang sama sekitar pukul 10.20 malam. Berdasarkan laporan tersebut dia dilecehkan secara seksual sebanyak dua kali di stasiun LRT Masjid Jamek sekitar pukul 18.50,” ujar Abdullah.

Ia menjelaskan, penyerangan pertama terjadi saat korban berada di eskalator stasiun dan yang kedua kalinya terjadi di dalam kereta. Abdullah menambahkan pada kejadian yang pertama, tersangka menyentuh bagian pribadi korban dan melarikan diri sebelum korban dan temannya dapat bereaksi. “Teman korban sempat memfilmkan tersangka saat dia melarikan diri dari eskalator. Setelah laporan korban, kami telah memperoleh rekaman CCTV dari stasiun LRT dan kasus tersebut akan diserahkan ke Departemen Investigasi Seksual, Wanita dan Investigasi Federal untuk tindakan lebih lanjut,” ujar Abudullah.

Baca juga: Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu

RapidKL menanggapi masalah pelecehan seksual tersebut dalam sebuah cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa tersangka telah ditangkap dan diserahkan ke polisi. Namun diyakini bahwa penangkapan ini lebih dari sebuah insiden terpisah. RapidKL kemudian kembali men-tweet bahwa pihaknya melakukan penyelidikan sendiri terhadap dugaan pelecehan tersebut.