Baru Lima Hari Beroperasi, Vandalisme Terpa Jaringan MRT Kuala Lumpur

Coretan salah satu sudut di stasiun MRT Bukit Bintang (Today Online)

Bayangan vandalisme pada fasilitas transportasi tak hanya jadi momok di kota besar seperti Jakarta, di Kuala Lumpur, Malaysia yang terkenal lebih tertib, vandalisme juga marak terjadi, terlebih pada sarana MRT (Mass Rapid Transit) yang baru saja diluncurkan pada 20 Juli 2017 di kawasan Bukit Bintang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari todayonline.com (25/7/2017), salah seorang penumpang bernama Ahmad Addin Abdul Aziz saat berada di MRT Bukit Bintang mengatakan, tindakan vandalisme menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap fasilitas umum. Menurutnya, vandalisme yang terjadi tidak dapat diterima dan pasti membuat orang lain tidak akan nyaman berada di fasilitas umum bila rusak.

Baca juga: India Sukses Lubangi Perut Bumi Untuk Jalur MRT Bawah Airnya

“Saya yakin bahwa operator MRT telah memasang kamera CCTV yang memadai, namun beberapa individu yang tidak bertanggung jawab akan terus menjalankan vandalisme. MRT harus menemukan pelaku dan menghukum atas tindakan yang dilakukan,” kata mahasiswa berusia 20 tahun tersebut.

Selain itu, Nusyafiqah Mat Arif juga menambahkan, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mengurus fasilitas umum. “Bila ada yang melakukan vandalisme, baiknya jangan pura-pura tidak melihat, tapi si pelaku harus ditegur,” ujarnya.

Buaian atau jumper bayi yang di gantung saat berada di dalam MRT Malaysia (Malay Mail Online)

Beberapa penumpang yang menggunakan MRT sempat mengambil gambar dan mengunggahnya ke media sosial terkait perilaku penumpang yang tidak bertanggung jawab. Ditempat lain terlihat foto unggahan seorang penumpang dimana membiarkan anak-anak berperilaku buruk di dalam MRT. “Beberapa anak terlihat berdiri di kursi, bermain dengan pegangan tangan, dan yang menyedihkan adalah bahwa orang tua tidak peduli dengan perilaku anak-anak,” katanya.

Baca juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Direktur strategis dan pemodelan strategis MRT Corp Datuk Najmuddin Abdullah pada hari Minggu telah menyatakan kekecewaannya dalam sebuah posting Facebook mengenai vandalisme di beberapa stasiun. “Setelah lima hari operasi, goresan bisa terlihat di bangku dan dinding. Toilet untuk orang cacat rusak dua hari yang lalu. Baru sekarang, saya melihat sapu dan sorotan di atap Exit F di stasiun MRT Bukit Bintang,” katanya.

Tidak hanya itu, Abdullah diberitahu bahwa anak-anak memanjat di tembok pembatas antara jalan raya di stasiun Merdeka, sementara orang tuanya tidak mau menghentikan mereka. “Mereka sama sekali tidak sopan,” tambahnya. Abdullah mengatakan bahwa MRT telah menyediakan fasilitas kelas satu kepada warga Kuala Lumpur, namun jika masyarakat masih belum siap menghadapi mental kelas satu untuk menerimanya, banyak uang akan terbuang sia-sia pada pekerjaan perbaikan yang tidak perlu.

Dalam menghadapi permasalahan ini, pihak MRT kemudian mengambil langkah cepat untuk membereskannya. Sapu dan lampu sorot tidak lagi berada di tempat yang tidak semestinya, dimana sebelumnya berada di atap Exit F stasiun Bukit Bintang. Petugas kebersihan juga di tempatkan di beberapa sudut untuk memastikan stasiun tetap bersih.

Baca juga: Sistem Tiket MRT Jakarta Mengacu Ke Singapura, Paling Jauh Ditaksir U$1

Abdullah mengatakan, pihak MRT Corp mengutuk adanya tindakan vandalisme yang terjadi di beberapa stasiun MRT. Menurutnya, fasilitas ini disediakan pemerintah untuk kepentingan rakyat dengan biaya keseluruhan yang mencapai miliaran. “Dengan semua kerusakan ini, lebih banyak uang dibutuhkan untuk perbaikan,” katanya.

Dia mengatakan bahwa orang-orang yang tertangkap basah akan dikenai Undang-Undang Vandalisme (Pengerusakan) 1991 oleh Pemerintah Daerah setempat dan akan dikenai denda maksimal RM2.000 (S$636) atau dipenjara kurang dari setahun, jika terbukti bersalah.

Baca juga: Jepang Tawarkan Teknologi Kereta Cepat Malaysia – Singapura

Dia mengatakan bahwa mereka juga dapat dikenai tuduhan berdasarkan Undang-Undang Komisioner Angkutan Umum Daerah Tahun 2010. Pada 17 Juli, Perdana Menteri Najib Razak meluncurkan tahap kedua dari SBK Line dari Muzium Negara ke Kajang.

Jaringan MRT di Kuala Lumpur telah dilayani oleh 19 stasiun, secara keseluruhan nantinya jaringan MRT Kuala Lumpur akan memiliki 31 stasiun. Tahap pertama MRT dengan rute Sungai Buloh dan Semantan diluncurkan oleh Perdama Menteri Najib Razak pada 15 Desember tahun lalu.