Bandara Baru Istanbul Diharapkan Menjadi Aerotropolis

Bandara Baru Istannbul (Airport Technology)

Bandara baru di Istanbul, Turki akan segera terealisasi pada 2018 ini dan digadang menjadi bandara terbesar di dunia. Sebanyak 31 ribu pekerja membangun bandara Istanbul New Airport (INA) dalam waktu singkat yakni sejak tahun 2015 lalu.

Baca juga: Mau Berlibur ke Istanbul? Baca Dulu Beberapa Tips Berikut Ini!

Saat ini sudah 78 persen pembangunan hampir selesai dan akan diresmikan pada 29 Oktober 2018 dan diperkirakan sudah mulai pendaratan pesawat perdananya pada Februari 2019 mendatang. Bandara yang menjadi proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Turki ini menghabiskan dana US$11 atau sekitar Rp149 triliun.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman airport-technology.com (7/2/2018), meskipun akan diresmikan Oktober mendatang, tetapi pengerjaan konstruksi lainnya akan terus berlanjut hingga 2028. Dimana tujuan Turki adalah membangun aerotropolis kelas dunia yang lengkap dengan gedung perkantoran hotel, masjid, pusat kesehatan, pusat pameran dagang dan konfrensi.

Nantinya, setelah beroperasi, INA akan mengambil alih semua operasi penerbangan komersial dari bandara Ataturk. Sebab beberapa tahun terakhir sudah melebihi batas tampung penumpang dari kapasitas aslinya.

“Tahap pertama konstruksi akhirnya akan segera berakhir,” kata Yusuf Akçayoğlu, CEO İGA Airports Construction.

Dia mengatakan akan ada sekitar 200 kali uji coba dan simulasi sebelum bandara ini dioperasikan. Uji coba ini agar pemangku kepentingan terbiasa dengan operasi bandara INA tersebut.

“Pembukaan Bandara Baru Istanbul akan menjadi transfer bandara terbesar di dunia sampai saat ini,” kata Akçayoğlu.

Bandara Baru Istanbul merupakan elemen kunci dari paket proyek infrastruktur mega Presiden Recep Tayyip Erdoğan, yang juga mencakup Kanal Istanbul dan jembatan ketiga yang sekarang lengkap di atas Bosphorus.

“Karena kenyataan bahwa Bandara Baru Istanbul adalah proyek infrastruktur terbesar di Turki, ini akan berdampak besar pada ekonomi Turki,” kata Akçayoğlu.

Dari laporan Analisis Dampak Ekonomi, INA akan memberikan kontribusi 4,89 persen terhadap pendapatan nasional per kapita dan juga menyediakan 1000 ribu pekerjaan langsung dan 150 ribu pekerjaan tidaak angsung. Sedangkan untuk sektor pariwisata mencapai US$7 miliar atau Rp948 miliar.

Menurut iGA, lokasi bandara baru ini bukanlah lahan yang dibuka sengaja melainkan lahan yang sudah rusak sejak tahun 1980an atau sekitar 65 persen wilayah hutan yang hilang dan rusak.

“Lokasinya adalah daerah yang tidak efisien yang ditutupi kotoran dan lumpur. Kami mengubah bidang yang tidak efisien ini ke pusat penerbangan baru di dunia,” kata Akçayoğlu.

Tak hanya menjadi pusat aerotropolis, bandara ini akan terhubung dengan kereta api, metro, bus dan mobil berkecepatan tinggi atau bisa dikatakan bandara akan terintegrasi dengan transportasi di Istanbul.

Sejauh ini, lebih dari 1,5 juta meter persegi bumi telah dipindahkan melalui kegiatan penggalian dan penyamarataan. Apa yang akan naik di tempat ini dipastikan menjadi bandara menakjubkan yang terdiri dari tiga terminal (salah satunya adalah yang terbesar di dunia), enam landasan pacu paralel dan kapasitas untuk menyambut 90 juta penumpang per tahun pada tahap pertama.

Kemudian pekerjaan perluasan akan mengangkat ini menjadi 200 juta penumpang setelah sepenuhnya selesai. Dalam persiapannya, Turkish Airlines mengumumkan akan menambah 40 pesawat berbadan lebar ke armada.

“Selama merencanakan dan membangun alat teknologi yang berbeda, kami selalu memikirkan penumpang kami. INA akan menjadi bandara yang akan terdiri dari teknologi dan standar terbaru. Sekitar 3.000 monitor akan menginformasikan penumpang kami di berbagai zona. Selain itu, teknologi iBeacon akan menyediakan petunjuk dalam ruangan, waktu berjalan kaki ke pintu gerbang, akses lounge dan tanda boarding,” kata Akçayoğlu.

Sistem bagasi saja akan mencapai panjang 42 km, sama dengan jarak antara Taksim dan Tuzla, dan sistemnya akan mampu menangani lebih dari 30 ribu koper per jam.
Dalam hal desain, İGA menjanjikan bahwa terminal akan mencerminkan kekayaan dan keindahan struktur historis Istanbul. Setelah INA dibuka, kapal ini akan menjadi rumah bagi sekitar 150 maskapai penerbangan dan menawarkan penerbangan ke 350 tujuan, sementara Ataturk akan diubah menjadi campuran ruang pameran dan tempat tujuan untuk charter, jet pribadi dan pesawat terbang pelatihan.

Baca juga: Berdasarkan Luas Lahan,10 Bandara Ini Jadi Yang Terbesar di Dunia

“Melaksanakan semua pekerjaan sekaligus merupakan tantangan terbesar bagi kami. Sementara kami meletakkan fondasi konstruksi, kami membuat tanah bergerak, merancang, membuat dan mobilisasi pada saat bersamaan. Setiap proses harus dilakukan dengan sangat cepat dan paralel. Tantangan lain di awal proyek adalah membuat seluruh tim bersama dalam waktu tiga bulan. Pada akhirnya saya pikir kita berhasil melewati semua tantangan ini,” Akçayoğlu mengakui.

Diketahui konstruksi saat ini sedang dipercepat untuk memungkinkan pesawat pertama mendarat pada 26 Februari, pada hari ulang tahun Presiden Erdoğan yang ke 64.