Jika Anda sudah berada di dalam pesawat yang hendak take-off, coba fokuskan pandangan Anda ke arah luar jendela dan carilah sebuah angka raksasa yang dicat di ujung landas pacu. Apakah itu merupakan angka yang mewakili jumlah landas pacu di bandara tersebut? Tentu saja bukan. Nomor yang tertera di ujung landas pacu merupakan identitas dari landas pacu tersebut, dan tentu saja nomor itu memiliki artinya masing-masing.
Baca Juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia
Sebelumnya, sebuah survei terlebih dulu dilakukan untuk menentukan arah angin dominan atau arah angin yang paling sering terjadi di lokasi calon bandara tersebut. Setelah mengetahui arah angin dominan di lokasi calon bandara, biasanya sang perencana dapat menentukan arah landasan pacu searah dengan arah angin dominan tersebut.
Misalkan, arah angin dominan ke arah Barat, maka landas pacu akan dibuat memanjang dari Barat ke Timur. Karena, pesawat yang hendak take-off berlawanan arah angin akan memperpendek jarak take-offnya. Sedangkan pesawat yang hendak landing berlawanan dengan arah angin juga akan memperpendek jarak landingnya.
Kembali ke soal penomoran landas pacu, semua landas pacu diberi nomor berdasarkan magnetic azimuth (bantalan kompas) di mana landas pacu tersebut berorientasi. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, penomoran landas pacu berbanding terbalik dengan arah mata angin di kompas. Jika titik 0/360 derajat di kompas menunjukkan arah utara, maka titik 0/360 derajat untuk penomoran landas pacu akan menghadap ke arah selatan.
Cara penomorannya adalah dengan membulatan ke angka puluhan terdekat, semisal sebuah landas pacu menghadap 360 derajat atau arah ke arah selatan, maka landas pacu tersebut akan dilabeli dengan angka 36. Atau sebuah landas pacu menghadap ke arah timur atau 270 derajat, maka akan dilabeli angka 27 di ujung landas pacu tersebut.
Karena landas pacu bisa digunakan dua arah, maka di sudut sebaliknya, angka-angka tersebut akan selisih 18 yang mewakili 180 derajat. Contoh, landas pacu dengan nomor 36 seperti yang sudah disebutkan di atas, maka di sisi satunya lagi akan dicat dengan nomor 18 yang mewakili 180 derajat atau menghadap ke arah utara. Begitupun dengan nomor-nomor lain, seperti 27 yang berarti landas pacu tersebut mengarah ke timur, maka di sisi lainnya akan dinomori 9 yang mewakili 90 derajat atau menghadap ke arah barat.
Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim
Dengan angka tersebut juga Anda bisa menentukan kemana arah pesawat Anda mengudara, semisal Anda melihat angka 18 di ujung landas pacu, namun pesawat bergerak membelakangi nomor tersebut, maka dapat dipastikan penerbangan Anda mengarah ke selatan. Atau Anda melihat angka 09 di ujung landas pacu dan pesawat bergerak membelakangi nomor tersebut, maka penerbangan Anda menuju ke arah timur, dan seterusnya.
Dalam beberapa kasus tertentu, ada nomor landas pacu yang diikuti oleh huruf L, C, atau R. Itu menandakan Anda berada di bandara dengan landas pacu parallel, dimana huruf-huruf tersebut mewakili posisi landas pacu, L untuk Left (kiri), C untuk Center (Tengah), dan R untuk Right (Kanan).

Ambil contoh Bandara Internasional Soekarno Hatta, dimana berdasarkan data yang dilansir dari laman Wikipedia.com, bandara tersebut memiliki tiga landas pacu, dimana masing-masing tertulis, 07R/25L, 07L/25R, dan 07C/25C. Dari informasi yang sudah dijabarkan di atas, dapatkah Anda membaca angka-angka tersebut?