Alihkan Jalur Utara Jawa yang Padat, AirNav Siap Benahi Navigasi di Tiga Bandara di Selatan Jawa

Bandara Wirasaba. Sumber: semarangpedia.com

Sebagai moda yang sangat mengandalkan sistem navigasi yang saling terintegrasi satu sama lain, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia akan membenahi beberapa infrastuktur bandara yang ada di Pulau Jawa. Selain untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan, tujuan lain dari pembenahan sistem navigasi ini adalah dalam rangka memaksimalkan rute penerbangan via Jawa bagian Selatan.

Baca Juga: Tingkatkan Efisiensi Penerbangan, Airnav Perkenalkan Aplikasi Oasis

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman detik.com (28/1/2018), Novie Riyanto selaku Dirut AirNav Indonesia mengatakan ada tiga bandara yang menjadi sasaran utama program pembenahan sistem navigasi ini, yaitu Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya, Bandara Wirasaba di Purbalingga, dan New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo.

“Di Bandara Kulonprogo, kami telah mengalokasikan dana senilai Rp79,6 miliar untuk investasi pembangunan Tower beserta peralatan fasilitas pendukungnya,” ungkap Novie dalam sebuah keterangan tertulis.

Untuk Bandara Wiriadinata, Novie mengatakan akan merenovasi tower dan memperbaiki sistem navigasinya, sedangkan untuk Bandara Wirisaba akan dikembangkan lebih lanjut, dimana TNI AU, Pemda, pengelola bandara akan terlibat di dalamnya. Rencananya, bandara yang terletak di Purbalingga ini akan mulai beroperasi pada Desember 2019 mendatang.

Dibukanya rute penerbangan via Selatan Jawa (Tango One) pada Oktober 2017 silam dinilai Novie sebagai salah satu langkah strategis yang dilakukan AirNav Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di bibir selatan Jawa. Menurutnya, ini merupakan rute penerbangan domestik pertama yang berbasis Performance Based Navigation (PBN). Selain itu, padatnya rute Utara Jawa menjadi faktor pendukung lainnya di balik pembukaan rute Tango One ini.

“Selama ini, rute berbasis PBN baru mencakup rute internasional saja. Dengan menggunakan satelit sebagai basis utama navigasi, pengaturan lalu lintas penerbangan akan menjadi lebih presisi dan akurat,” jelas Novie.

Baca Juga: NATS Paparkan Beragam Cara Untuk Maksimalkan Efisiensi Bandara

“Rute penerbangan W45, yakni rute yang melayani penerbangan di sepanjang bagian utara pulau Jawa, seperti jalur penerbangan Jakarta-Surabaya-Bali misalnya yang dilayani melalui rute ini, menjadi rute yang sangat padat (kurang lebih 4.000 penerbangan per bulan),” imbuhnya.

Dikutip dari sumber lain, Novie juga menyebutkan bahwa pembenahan sistem navigasi ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh AirNav untuk mewujudkan upaya pemerintah dalam menghadirkan tol udara. “Program Airnav, Pulau Jawa ke depan kita buat semacam tol udara,” tuturnya singkat.