Akhir Maret 2018, Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta Mulai Uji Coba Pembayaran Tiket Cashless

SN Milatia Moemin

Saban ingin ke Bandara Soekarno-Hatta naik bus, maka yang terlintas pertama di benak kebanyakan orang adalah nama Damri. Bus Damri tak pelak begitu identik sebagai angkutan bus dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Alhasil meski sudah ada layanan JA Connexion yang dilayani bus Damri dan non Damri, penumpang pun tak sedikit yang tetap beranggapan bahwa Ia sedang naik Damri. Dan berusaha untuk meningkatkan service level, Perum Damri dalam waktu dekat direncanakan akan meluncurkan layanan e-ticketing.

Baca juga: Mulai 10 Februari 2018, Damri JA Connexion Buka Rute Kemang Pratama Ke Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma

“Penyediaan layanan e-ticketing merupakan langkah awal bagi Damri untuk menuju sistem cashless dan digital,” ujar SN Milatia Moemin, Direktur Utama Perum Damri kepada KabarPenumpang.com di kantornya siang ini (12/2/2018). Milatia menambahkan, proyek perdana untuk tiket cashless ini akan dimulai untuk trayek bus Damri Bandara Soekarno-Hatta pada akhir Maret 2018. Menurut informasi, untuk tahap pertama sistem cashless bakal menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk transaksi dengan kartu debet multi bank.

Milatia yang mulai menjabat sebagai direktur utama Perum Damri pada awal Desember 2017 menjelaskan, bahwa Damri akan memulai serangkaian transformasi, cashless pada bus bandara adalah salah satunya, berikutnya Damri akan melakukan pembenahan pada sistem maintenance dan suku cadang bus. “Diharapkan dengan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan, revenue Damri juga akan turut meningkat,” kata Milatia.

Bila uji coba tiket cashless pada bus bandara berhasil, tak menutup kemungkinan selanjutnya Damri menghadirkan mobile ticketing dan penjualan e-ticketing dengan menggandeng sektor retail. Kedepan bus Damri ke bandara juga akan menerima pembayaran lewat e-money. Sebagai informasi, Damri sejak satu bulan lalu justru sudah menghadirkan sistem pembayaran cashless via kertu debet untuk angkutan bus di Bandara Juanda, Surabaya.

Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

Bagi Perum Damri, layanan bus bandara merupakan tulang punggung pendapatan, hampir 50 persen revenue BUMN ini didapat dari layanan bus trayek bandara. Dengan kontribusi Damri dalam JA Connexion, maka perusahaan dengan nama panjang Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia ini ditargetkan mampu meningkatkan revenue hingga 10 persen setiap tahunnya. (Haryo Adjie)