Agar Aman Bawa Mobil Naik Kapal Ferry, Simak Tips Ini

Sebagian orang mungkin masih was-was ketika berniat membawa mobil naik kapal ferry, entah karena alasan keselamatan sampai khawatir mobil kesayangan tergores saat diparkir di dalam kapal, maklum posisi parkir di kapal ferry umumnya hanya menyisakan batas yang tipis antar kendaraan. Nah, bagi yang masih ada rasa was-was tadi, sebenarnya ada tips yang layak dicermati sebelum membawa mobil naik kapal ferry.

Sejatinya untuk pengaturan naik dan turun mobil dari kapal ferry sudah ada aturan yang dikeluarkan oleh pihak pengelola pelabuhan dan penyedia layanan, dalam hal ini PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Untuk mengingatkan kembali poin-poin penting sebelum menaikkan kendaraan ke atas kapal, maka tips dibawah ini bisa jadi rujukan.

  1. Pada dasarnnya tidak ada kesulitan berarti untuk menyeberangkan mobil dengan kapal ferry. Tapi juga harus dipahami bahwa tetap ada risiko, untuk itu jangan mengabaikan instruksi petugas parkir baik saat lewat pintu maupun di dalam tempat parkir (lambung kapal).
  2. Saat akan melewati pintu (jalan masuk kapal) risikonya sangat tinggi, jalanlah dengan pelan dan hati-hati, ikuti aba-aba dari petugas dan tetap berada pada jalur.
  3. Kapal ferry memiliki keterbatasan ruang, untuk itu dibutuhkan kerjasama antara pengemudi dan juru parkir agar posisi parkir bisa dilakukan seefisien mungkin, ikuti instruksi petugas parkir dalam mengatur posisi mobil karena mereka sudah berpengalaman dengan posisi mobil dalam kapal.
  4. Selama parkir jangan menyalakan mesin, setelah mobil di posisi yang diinginkan oleh petugas maka matikan mesin dan aktifkan rem parkir/rem tangan. Poinnya adalah jangan nyalakan mesin di dalam terlalu lama karena ruangan sempit akan penuh polusi, sedangkan menyalakan mesin dalam kapal berpotensi menimbulkan kebakaran di dalam kapal. Jika terjadi kebakaran maka akan sangat sulit untuk keluar dengan cepat karena jarak antar mobil bisa dibilang cukup sempit.
  5. Setelah parkir segera keluar dari mobil, setelah mematikan mesin dan mengaktifkan rem parkir. Segera berbabung dengan penumpang lain menuju ruangan atas. Jika diperjalanan kapal mengalami musibah, dengan posisi di dek atas kita akan lebih mudah menyelamatkan diri, berbeda jika berada di dalam lambung kapal (tempat parkir) akan lebih sulit menyelamatkan diri.